Hukum Mengganti Sholat Jumat dengan Sholat Dzuhur ditengah Wabah Menular

VIRUS Corona (COVID-19) diketahui masuk ke Indonesia pada 2 Maret 2020. Setelah itu semua pihak diimbau melakukan upaya pencegahan penularan, contohnya melakukan penyemprotan disinfektan di fasilitas umum seperti masjid dan lain-lain.

Selain itu Muslim yang flu atau mengidap penyakit menular lainnya diimbau tidak sholat berjamaah termasuk sholat Jumat di masjid. Sebagai gantinya dipersilakan melaksanakan sholat Dzuhur. Lalu bagaimana hukum mengganti sholat Jumat dengan sholat Dzuhur?

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 195:

Wa anfiqụ fī sabīlillāhi wa lā tulqụ bi`aidīkum ilat-tahlukati wa aḥsinụ, innallāha yuḥibbul-muḥsinīn

Artinya: "Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik,"

Di tengah wabah corona COVID-19, sholat Jumat di masjid bagi laki-laki tidak lagi wajib dilakukan, dan sebaiknya diganti dengan sholat Dzuhur di rumah. Wabah penyakit seperti ini pernah terjadi di zaman Nabi Muhammad SAW. Bedanya, dahulu wabah yang menular adalah penyakit lepra.

Hal ini tergambar dalam sabda Nabi Muhammad SAW, "Apabila kalian mendengar wabah lepra di suatu negeri, maka janganlah kalian masuk ke dalamnya, namun jika ia menjangkiti suatu negeri, sementara kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari negeri tersebut." (HR. Al-Bukhari)

Untuk larangan mendekati masjid, beliau juga menyatakan bahwa orang yang terkena penyakit tidak boleh bergaul dengan orang sehat. Hal ini berisiko menyebabkan penularan, yang malah akan memperparah penyebaran wabah.

Abu Salamah bin Abdurrahman berkata; saya mendengar Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Janganlah kalian mencampurkan antara yang sakit dengan yang sehat" (HR. Al-Bukhari).

Larangan yang Nabi Muhammad SAW sampaikan tersebut sejalan dengan konsep physical distance, yang mengimbau masyarakat agar menjaga jarak dengan orang lain sejauh dua meter, menjauhi kerumunan, serta menghindari tempat atau acara yang menarik perhatian. Salah satunya adalah kerumunan dalam masjid ketika dilaksanakan sholat Jumat. Oleh sebab itu pula, MUI mengeluarkan fatwa membolehkan masyarakat untuk mengganti sholat Jumat dengan sholat Dzuhur demi mencegah penyebaran COVID-19 bagi orang-orang sehat. (msk)

Berita Terkait

Komentar